Sabtu, 13 November 2010

Kompol Iwan Dikenal Tertutup

TEMPO Interaktif, Jakarta - Di mata para tetangganya, keluarga Komisaris Polisi Iwan Siswanto, Kepala Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua, dikenal tertutup. Iwan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak.

Menurut salah seorang tetangganya, pria yang memiliki seorang putra dan dua orang putri itu jarang terlihat bergaul dengan tetangga. "Hanya kelihatan kalau ada acara di kampung," kata salah satu tetangga Iwan, yang
enggan dikutip namanya, Sabtu 13 November 2010. Istri Iwan yang dikabarkan sakit, menurut penuturan tetangganya juga terlihat sehat walafiat. Sama seperti Iwan, istrinya juga jarang terlihat keluar rumah. "Anaknya yang paling kecil yang sering main di luar," ujarnya.

Sebelumnya, penghuni rumah yang berdekatan dengan rumah Iwan ini tak mengetahui dengan pasti di mana Iwan berdinas. Kabar bahwa Iwan terkena kasus suap Gayus mereka dengar dari santernya pemberitaan belakangan ini. "Pak Iwan tidak selalu terlihat berangkat dinas setiap hari. Hanya seminggu-dua minggu sekali terlihat," imbuhnya.

Kompol Iwan tinggal di sebuah kompleks perumahan polisi di Jakarta Selatan. Seperti kebanyakan rumah di kompleks itu, rumah Iwan juga tampak biasa saja, tak terlihat ada tanda-tanda kemewahan disana. Untuk menuju ke rumahnya harus melalui gang sempit yang tak cukup dilalui kendaraan roda empat. Rumah satu lantai dengan lebar sekitar 5 meter itu berpagar hitam dilapisi plastik penutup warna biru. Ketika Tempo menyambanginya, pagar rumah tertutup rapat. Ketika dilongok ke dalam pagar, tampak dua unit sepeda motor terparkir di halaman rumah.

Sayangnya, Tempo belum berhasil menemui penghuni rumah kecuali sang pembantu rumah. Iwan sendiri sejak beberapa hari terakhir tak terlihat pulang ke rumah. Istrinya, menurut pembantunya, keluar rumah sejak Sabtu (13/11) pagi dijemput seseorang. Sedangkan putra Iwan, yang semula bersedia ditemui Tempo, belakangan mengurungkan niatnya. "Menunggu bapak dan ibu pulang saja," kata pembantu Iwan itu.

MAHARDIKA SATRIA HADI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar